Kamis, 27 Oktober 2016

Pantai Balekambang




Mitos Pantai Balekambang

Pantai Balekambang termasuk ke dalam gugusan pantai yang berada di wilayah selatan atau biasa disebut dengan pantai selatan, karena letaknya inilah sehingga pantai ini juga kaya akan mitos-mitos dan juga kepercayaan masyarakat yang berbau mistis. Salah satu mitos yang berkembang disini adalah akan berakhirnya hubungan pasangan muda mudi yang belum sah dalam bahtera pernikahan jika mereka datang berkunjung ke pantai ini, mitos lain yang berkembang adalah air yang ada disekitar area pantai balekambang akan membuat awet muda, sehingga tidak jarang kita temui orang-orang atau wisatawan yang berendam atau sekedar mengusapkan air ke wajah mereka.


Sejarah Pantai Balekambang
Sebenarnya Pantai Balekambang sudah dikenal warga lokal sejak tahun 1978-an. Pada tahun tersebut, seorang perangkat desa Srigonco membuka akses jalan sehingga orang dari luar desa tersebut lebih mudah mencapai Balekambang. Lima tahun kemudian, Pantai Balekambang diresmikan oleh Bupati Malang yang saat itu bertugas, Bapak Eddy Slamet. Semenjak itu, nama Pantai Balekambang makin bergaung. Keindahan yang ditawarkannya cukup menarik wisatawan sehingga terus berkembang dan kini menjadi salah satu andalan wisata pantai di Kabupaten Malang. So, tidak heran kalau momen akhir pekan dan liburan pantai ini dipenuhi wisatawan dari berbagai daerah.
Konon, orang yang pertama membuka hutan di Pantai Balekambang bernama Syaikh Abdul Jalil, seorang ulama yang dipercaya berasal dari Yogyakarta. Saat ini, makam Syaikh Abdul Jalil yang berlokasi sekitar 1 kilometer dari Pantai Balekambang, rajin diziarahi oleh umat muslim dari berbagai daerah. Pada bulan Suro/Muharram, jumlah jamaah yang berkunjung baik untuk memperingati tahun baru hijriyah maupun wisatawan biasa yang ingin menyaksikan prosesi ‘Suroan’ melonjak.

Pada Hari Raya Nyepi, pantai ini juga lebih ramai dari hari – hari biasa, karena umat Hindu melakukan upacara atau prosesi di Pura Amarta Jati yang terletak di Pulau Ismoyo. Pulau Ismoyo sendiri adalah bagian dari pulau-pulau kecil di Balekambang, yang menjorok ke lautan dan dihubungkan dengan sebuah jembatan ke daratan.



Pesona Pantai Balekambang
Wisata pantai yang terletak di Jawa Timur ini tak hanya menyajikan pemandangan laut yang biasa saja. Yang biasanya menjadi daya tarik utama pantai adalah pasir pesisir yang nyaman dipijak saat Anda berjalan dengan bertelanjang kaki. Beberapa pantai bahkan memiliki warna pasir yang unik sebagai daya tariknya. Untuk Pantai Balekambang, Anda dapat menikmati pasir putih bersih yang sangat indah. Bermain di atas pasir, mulai dari berjalan kaki, berlarian, hingga berguling-guling dan tentunya berfoto ria untuk mengabadikan momen bersama orang-orang tersayang adalah hal yang sangat menyenangkan. Bahkan, klub sepak bola asal Jawa Timur seperti Persema dan Arema terkadang berlatih di pantai ini.
Selain pasir putih, Anda bisa juga menikmati keindahan beberapa pulau kecil yang berjajar ke arah barat pantai. Pulau-pulau itu adalah Ismoyo, Anoman dan Wisanggeni. Salah satu pulau tersebut, yaiti pulau Isomoyo, memiliki pesona tersendiri karena terdapat sebuah pura kecil yang dinamai Amerta Jati. Pulau ini pun dihubungkan oleh jembatan yang panjangnya 100 meter dari bibir pantai. Ini lah yang membuat Pantai Balekambang sekilas nampak seperti Pantai Lot di Bali. Pemandangan ini sangat indah sehingga banyak juga pasangan kekasih yang memilihnya sebagai lokasi foto pre-wedding mereka. 


Lokasi dan Akses Menuju Pantai

Seperti yang sudah diinformasikan sebelumnya, pantai ini terletak di daerah Jawa Timur. Namun, untuk mencapai ke tempat wisata ini, Anda tentunya harus mengetahui lokasi tepatnya dan rute yang harus ditempuh. Lokasinya terletak di kabupaten Malang, tepatnya di Kecamatan Bantur, Desa Srigonco. Ada dua jalur yang bisa Anda lewati untuk sampai ke lokasi Pantai Balekambang, yaitu melalui jalur Kepanjen dan Bululawang. Keduanya bisa dimulai dari kota Malang. Untuk Jalur yang pertama, perjalanan Anda akan melalui Gondanglegi, Pagelaran, hingga sampai ke Bantur dan diteruskan ke desa Srigonco hingga mencapai pantai. Jalur kedua hampir sama dengan yang pertama, tetapi untuk mencapai Gondanglegi Anda harus melalui Gadang dan Kendalpayak. Hanya sekitar 30 menit waktu yang diperlukan dari Bantur hingga ke lokasi pantai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar