Mitos Pantai Balekambang
Pantai Balekambang termasuk ke dalam gugusan
pantai yang berada di wilayah selatan atau biasa disebut dengan pantai selatan,
karena letaknya inilah sehingga pantai ini juga kaya akan mitos-mitos dan juga
kepercayaan masyarakat yang berbau mistis. Salah satu mitos yang berkembang
disini adalah akan berakhirnya hubungan pasangan muda mudi yang belum sah dalam
bahtera pernikahan jika mereka datang berkunjung ke pantai ini, mitos lain yang
berkembang adalah air yang ada disekitar area pantai balekambang akan membuat
awet muda, sehingga tidak jarang kita temui orang-orang atau wisatawan
yang berendam atau sekedar mengusapkan air ke wajah mereka.
Sejarah Pantai Balekambang
Sebenarnya Pantai Balekambang sudah dikenal
warga lokal sejak tahun 1978-an. Pada tahun tersebut, seorang perangkat desa
Srigonco membuka akses jalan sehingga orang dari luar desa tersebut lebih mudah
mencapai Balekambang. Lima tahun kemudian, Pantai Balekambang diresmikan oleh
Bupati Malang yang saat itu bertugas, Bapak Eddy Slamet. Semenjak itu, nama
Pantai Balekambang makin bergaung. Keindahan yang ditawarkannya cukup menarik
wisatawan sehingga terus berkembang dan kini menjadi salah satu andalan wisata
pantai di Kabupaten Malang. So, tidak heran kalau momen akhir pekan dan liburan
pantai ini dipenuhi wisatawan dari berbagai daerah.
Konon, orang
yang pertama membuka hutan di Pantai Balekambang bernama Syaikh Abdul Jalil,
seorang ulama yang dipercaya berasal dari Yogyakarta. Saat ini, makam Syaikh
Abdul Jalil yang berlokasi sekitar 1 kilometer dari Pantai Balekambang, rajin
diziarahi oleh umat muslim dari berbagai daerah. Pada bulan Suro/Muharram,
jumlah jamaah yang berkunjung baik untuk memperingati tahun baru hijriyah
maupun wisatawan biasa yang ingin menyaksikan prosesi ‘Suroan’ melonjak.
Pada Hari
Raya Nyepi, pantai ini juga lebih ramai dari hari – hari biasa, karena umat
Hindu melakukan upacara atau prosesi di Pura Amarta Jati yang terletak di Pulau
Ismoyo. Pulau Ismoyo sendiri adalah bagian dari pulau-pulau kecil di
Balekambang, yang menjorok ke lautan dan dihubungkan dengan sebuah jembatan ke
daratan.
Pesona
Pantai Balekambang
Wisata pantai yang terletak di Jawa Timur ini tak hanya
menyajikan pemandangan laut yang biasa saja. Yang biasanya menjadi daya tarik
utama pantai adalah pasir pesisir yang nyaman dipijak saat Anda berjalan dengan
bertelanjang kaki. Beberapa pantai bahkan memiliki warna pasir yang unik
sebagai daya tariknya. Untuk Pantai Balekambang, Anda dapat menikmati pasir
putih bersih yang sangat indah. Bermain di atas pasir, mulai dari berjalan
kaki, berlarian, hingga berguling-guling dan tentunya berfoto ria untuk
mengabadikan momen bersama orang-orang tersayang adalah hal yang sangat
menyenangkan. Bahkan, klub sepak bola asal Jawa Timur seperti Persema dan Arema
terkadang berlatih di pantai ini.
Selain pasir putih, Anda bisa juga menikmati keindahan beberapa
pulau kecil yang berjajar ke arah barat pantai. Pulau-pulau itu adalah Ismoyo,
Anoman dan Wisanggeni. Salah satu pulau tersebut, yaiti pulau Isomoyo, memiliki
pesona tersendiri karena terdapat sebuah pura kecil yang dinamai Amerta Jati.
Pulau ini pun dihubungkan oleh jembatan yang panjangnya 100 meter dari bibir
pantai. Ini lah yang membuat Pantai Balekambang sekilas nampak seperti Pantai
Lot di Bali. Pemandangan ini sangat indah sehingga banyak juga pasangan kekasih
yang memilihnya sebagai lokasi foto pre-wedding mereka.
Lokasi dan Akses Menuju Pantai
Seperti yang sudah diinformasikan sebelumnya, pantai ini
terletak di daerah Jawa Timur. Namun, untuk mencapai ke tempat wisata ini, Anda
tentunya harus mengetahui lokasi tepatnya dan rute yang harus ditempuh.
Lokasinya terletak di kabupaten Malang, tepatnya di Kecamatan Bantur, Desa
Srigonco. Ada dua jalur yang bisa Anda lewati untuk sampai ke lokasi Pantai
Balekambang, yaitu melalui jalur Kepanjen dan Bululawang. Keduanya bisa dimulai
dari kota Malang. Untuk Jalur yang pertama, perjalanan Anda akan melalui
Gondanglegi, Pagelaran, hingga sampai ke Bantur dan diteruskan ke desa Srigonco
hingga mencapai pantai. Jalur kedua hampir sama dengan yang pertama, tetapi
untuk mencapai Gondanglegi Anda harus melalui Gadang dan Kendalpayak. Hanya
sekitar 30 menit waktu yang diperlukan dari Bantur hingga ke lokasi pantai.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar